Saturday, 10 May 2014

Kabupaten Bangka Selatan

Kabupaten Bangka Selatan dibentuk pada tanggal 25 Februari 2003 berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2003. Bersama-sama dengan pembentukan Kabupaten Bangka Selatan, dibentuk pula Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat dan Belitung Timur. Wilayah Kabupaten Bangka Selatan terletak di bagian selatan di Pulau Bangka.
Secara administratif wilayah Kabupaten Bangka Selatan berbatasan langsung dengan daratan wilayah kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu dengan wilayah Bangka Tengah, Kota Pangkalpinang, dan Kabupaten Bangka.
Gambar Lambang Kabupaten Bangka Selatan
4.1.1.      Lokasi dan Keadaan Geografis Kabupaten Bangka Selatan
Secara geografis Kabupaten Bangka Selatan terletak pada 2° 26' 27" Lintang Selatan sampai 3° 5' 56" Lintang Selatan dan 107° 14' 31" Bujur Timur sampai 105° 53' 09" Bujur Timur. Wilayah Kabupaten Bangka Selatan terletak di Pulau Bangka dengan luas lebih kurang 3.607,08 km2 . Secara administratif wilayah Kabupaten Bangka Selatan berbatasan langsung dengan daratan wilayah kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu dengan selat gaspar di sebelah timur, Selat Bangka di sebelah Barat, Kabupaten Bangka Tengah di sebelah utara, dan Laut Jawa dan Selat Bangka di sebelah Selatan. Wilayah ini mempunayai 7 Kecamatan, 50 Desa dan 3 Kelurahan.
Kabupaten Bangka Selatan beriklim Tropis Tipe A dengan variasi curah hujan antara 82,1 hingga 372,7 mm tiap bulan, dengan curah hujan terendah pada bulan Juli. Suhu rata-rata daerah Kabupaten Bangka Selatan berdasarkan data dari Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Pangkalpinang menunjukkan variasi antara 25,90 celcius hingga 27,50 celcius. Sedangkan kelembaban udara bervariasi antara 77,0 hingga 86,3 persen.
Pada umunya sungai di daerah Kabupaten Bangka Selatan berhulu di daerah perbukitan dan pegunungan dan bermuara di pantai laut. Sungai yang terdapat didaerah Kabupaten Bangka Selatan dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu sungai utama sungai sekunder dan sungai tersier. Sungai utama antara lain Sungai Bantel dan Sungai Kepuh. Sungai-sungai tersebut berfungsi sebagai sarana transportasi dan belum bermanfaat untuk pertanian dan perikanan karena para nelayan lebih cenderung mencari ikan ke laut. Kawasan industrinya yaitu kawasan industri Sadai yang didukung oleh listrik dan telekomunikasi.
Batas wilayah Kabupaten Bangka Selatan adalah sebagai berikut :
1.    Arah timur berbatasan dengan Selat Gaspar
2.    Arah barat berbatasan dengan Selat Bangka
3.    Arah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bangka Tengah
4.    Arah Selatan berbatasan dengan Laut Jawa dan Selat Bangka
Berikut merupakan peta Kabupaten Bangka Selatan.
Gambar Peta Kabupaten Bangka Selatan
Sumber : BPS Kabupaten Bangka Selatan
4.1.2.      Demografi
Jumlah penduduk Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2011 sebanyak 180.195 jiwa dengan tingkat kepadatan 54jiwa per 1km2. Sex ratio Kabupaten Bangka Selatan terus mengalami peningkatan yaitu dari tahun 2009 sebesar 107 kemudian ditahun 2010 menjadi 108. Sex raito di tahun 2011 mencapai angka yang signifikan dengan kenaikan mencapai 117 yang artinya untuk setiap 217 jiwa penduduk di Kabupaten Bangka Selatan terdapat 100 penduduk perempuan dan 117 penduduk laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa dominasi penduduk laki-laki semakin meningkat. Berikut merupakan tabel jumlah penduduk Kabupaten Bangka Selatan :
Tabel 4.1. Jumlah Penduduk Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2007-2011
Keterangan
Tahun (Jiwa)
2007
2008
2009
2010
2011
Jumlah Penduduk
158.931
161.087
163.200
172.528
180.195
Sumber : Bangka Selatan Dalam Angka 2012
4.1.3.      Ekonomi
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian di suatu wilayah dalam satu periode tertentu, biasanya satu tahun. PDRB didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu wilayah tertentu. PDRB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah bruto barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi berdasarkan harga pada setiap tahun.
Perkembangan agregat perekonomian di Kabupaten Bangka Selatan selama lima tahun terakhir dapat dilihat dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang selalu meningkat baik atas dasar harga berlaku (ADHB) maupun atas dasar konstan (ADHK) yang cukup signifikan. Pada tahun 2009 PDRB Kabupaten Bangka Selatan atas dasar harga berlaku sebesar 3,01 triliun rupiah dan nmeningkat menjadi 3,87 triliun rupiah pada tahun 2010
Bila dilihat dari potensi ekonomi wilayah Kabupaten Bangka Selatan, tampak struktur perekonomiannya masih dominan pada sektor primer (pertambangan, pertanian, dan perikanan) yaitu pada tahun 2011 sebesar 71%, kemudian diikuti pada sektor sekunder (manufaktur) sebesar 20,03% dan sektor  tersier (industri jasa) sebesar 8,97%. Berikut merupakan data perbandingan antara sektor primer, skunder, dan tersier Kabupaten Bangka Selatan.

Gambar Struktur Ekonomi Kabupaten  Bangka Selatan
Sumber : Bangka Selatan Dalam Angka 2012
Ditinjau dari tingkat pertumbuhannya, perekonomian Kabupaten Bangka Selatanmenunjukkan tingkat pertumbuhan yang semakin baik. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengetahui kinerja perekonomian yang terjadi. Pada tahun 2007 pertumbuhan ekonomi yang berhasil diraih hanya 4,63%, kemudian ditahun 2008 dan 2009 turun menjadi 4,61% dan 3,69%  kemudian meningkat ditahun 2010 naik menjadi 6,77% dan tahun 2011 menjadi 7,53%.
Berikut gambar pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangka Selatan.
Gambar  Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten  Bangka Selatan
Sumber : Bangka Selatan Dalam Angka 2012

0 comments: