Kabupaten
Bangka Selatan dibentuk pada tanggal 25 Februari 2003 berdasarkan Undang-undang
Nomor 5 Tahun 2003. Bersama-sama dengan pembentukan Kabupaten Bangka Selatan,
dibentuk pula Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat dan Belitung Timur. Wilayah
Kabupaten Bangka Selatan terletak di bagian selatan di Pulau Bangka.
Secara administratif wilayah Kabupaten Bangka Selatan berbatasan langsung dengan daratan wilayah kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu dengan wilayah Bangka Tengah, Kota Pangkalpinang, dan Kabupaten Bangka.
Secara administratif wilayah Kabupaten Bangka Selatan berbatasan langsung dengan daratan wilayah kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu dengan wilayah Bangka Tengah, Kota Pangkalpinang, dan Kabupaten Bangka.
Gambar
Lambang Kabupaten Bangka Selatan
4.1.1.
Lokasi
dan Keadaan Geografis Kabupaten Bangka Selatan
Secara
geografis Kabupaten Bangka Selatan terletak pada 2° 26' 27" Lintang
Selatan sampai 3° 5' 56" Lintang Selatan dan 107° 14' 31" Bujur Timur
sampai 105° 53' 09" Bujur Timur. Wilayah
Kabupaten Bangka Selatan terletak di Pulau Bangka dengan luas lebih kurang
3.607,08 km2 . Secara administratif wilayah Kabupaten Bangka Selatan berbatasan
langsung dengan daratan wilayah kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung, yaitu dengan selat gaspar di sebelah timur, Selat Bangka di sebelah
Barat, Kabupaten Bangka Tengah di sebelah utara, dan Laut Jawa dan Selat Bangka
di sebelah Selatan. Wilayah ini mempunayai 7 Kecamatan, 50 Desa dan 3
Kelurahan.
Kabupaten
Bangka Selatan beriklim Tropis Tipe A dengan variasi curah hujan antara 82,1 hingga
372,7 mm tiap bulan, dengan curah hujan terendah pada bulan Juli. Suhu
rata-rata daerah Kabupaten Bangka Selatan berdasarkan data dari Badan
Meteorologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Pangkalpinang menunjukkan variasi
antara 25,90 celcius hingga 27,50 celcius. Sedangkan kelembaban udara
bervariasi antara 77,0 hingga 86,3 persen.
Pada
umunya sungai di daerah Kabupaten Bangka Selatan berhulu di daerah perbukitan
dan pegunungan dan bermuara di pantai laut. Sungai yang terdapat didaerah
Kabupaten Bangka Selatan dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu sungai utama
sungai sekunder dan sungai tersier. Sungai utama antara lain Sungai Bantel dan Sungai Kepuh. Sungai-sungai tersebut
berfungsi sebagai sarana transportasi dan belum bermanfaat untuk pertanian dan
perikanan karena para nelayan lebih cenderung mencari ikan ke laut. Kawasan
industrinya yaitu kawasan industri Sadai yang didukung oleh listrik dan
telekomunikasi.
Batas
wilayah Kabupaten Bangka Selatan adalah sebagai berikut :
1. Arah timur berbatasan
dengan Selat Gaspar
2. Arah barat berbatasan
dengan Selat Bangka
3. Arah Utara berbatasan
dengan Kabupaten Bangka Tengah
4. Arah Selatan
berbatasan dengan Laut Jawa dan Selat Bangka
Berikut merupakan peta Kabupaten Bangka Selatan.
Gambar Peta Kabupaten Bangka Selatan
Sumber : BPS Kabupaten Bangka Selatan
4.1.2.
Demografi
Jumlah
penduduk Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2011 sebanyak 180.195 jiwa dengan
tingkat kepadatan 54jiwa per 1km2. Sex ratio Kabupaten Bangka
Selatan terus mengalami peningkatan yaitu dari tahun 2009 sebesar 107 kemudian
ditahun 2010 menjadi 108. Sex raito di tahun 2011 mencapai angka yang
signifikan dengan kenaikan mencapai 117 yang artinya untuk setiap 217 jiwa penduduk
di Kabupaten Bangka Selatan terdapat 100 penduduk perempuan dan 117 penduduk
laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa dominasi penduduk laki-laki semakin
meningkat. Berikut merupakan tabel jumlah penduduk Kabupaten Bangka Selatan :
Tabel 4.1. Jumlah Penduduk
Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2007-2011
Keterangan
|
Tahun
(Jiwa)
|
||||
2007
|
2008
|
2009
|
2010
|
2011
|
|
Jumlah
Penduduk
|
158.931
|
161.087
|
163.200
|
172.528
|
180.195
|
Sumber : Bangka Selatan Dalam
Angka 2012
4.1.3.
Ekonomi
Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian
di suatu wilayah dalam satu periode tertentu, biasanya satu tahun. PDRB
didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh seluruh
unit usaha dalam suatu wilayah tertentu. PDRB atas dasar harga berlaku
menggambarkan nilai tambah bruto barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh
seluruh unit ekonomi berdasarkan harga pada setiap tahun.
Perkembangan agregat perekonomian di Kabupaten Bangka Selatan selama lima
tahun terakhir dapat dilihat dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
yang selalu meningkat baik atas dasar harga berlaku (ADHB) maupun atas dasar
konstan (ADHK) yang cukup signifikan. Pada tahun 2009 PDRB Kabupaten Bangka
Selatan atas dasar harga berlaku sebesar 3,01 triliun rupiah dan nmeningkat
menjadi 3,87 triliun rupiah pada tahun 2010
Bila dilihat dari potensi ekonomi wilayah Kabupaten Bangka Selatan, tampak
struktur perekonomiannya masih dominan pada sektor primer (pertambangan,
pertanian, dan perikanan) yaitu pada tahun 2011 sebesar 71%, kemudian diikuti pada
sektor sekunder (manufaktur) sebesar 20,03% dan sektor tersier (industri jasa) sebesar 8,97%. Berikut
merupakan data perbandingan antara sektor primer, skunder, dan tersier
Kabupaten Bangka Selatan.
Gambar Struktur Ekonomi Kabupaten Bangka Selatan
Sumber : Bangka Selatan Dalam Angka 2012
Ditinjau dari tingkat pertumbuhannya, perekonomian Kabupaten Bangka
Selatanmenunjukkan tingkat pertumbuhan yang semakin baik. Pertumbuhan ekonomi
merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengetahui kinerja
perekonomian yang terjadi. Pada tahun 2007 pertumbuhan ekonomi yang berhasil diraih
hanya 4,63%, kemudian ditahun 2008 dan 2009 turun menjadi 4,61% dan 3,69% kemudian meningkat ditahun 2010 naik menjadi
6,77% dan tahun 2011 menjadi 7,53%.
Berikut gambar pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangka
Selatan.
Gambar Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bangka Selatan
Sumber
: Bangka Selatan Dalam
Angka 2012








0 comments:
Post a Comment