Saturday, 10 May 2014

Perekonomian Kabupaten Bangka Selatan

Kabupaten Bangka Selatan memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah sehingga perlu adanya pembelajaran serta pengenalan investasi terhadap masyarakat Kabupaten Bangka Selatan.
Adapun beberapa peluang yang dapat dikembangkan yaitu bisa dilihat dari beberapa sektor yang ada seperti Sektor Kelautan dan Perikanan, Sektor Pertanian, Sektor Pertambangan dan Energi, Sektor Industri, Perdagangan, dan Koperasi, serta Sektor Pariwisata, Seni dan Budaya.
2.2.1        Sektor Kelautan dan Perikanan.
Potensi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Kabupaten Bangka Selatan diperkirakan sebesar 64.000 ton/tahun untuk dimanfaatkan secara lestari dan berkelanjutan dengan nilai ekonomi diproyeksikan mendekati Rp 512 Milyar/tahun, sedangkan potensi areal/lahan budidaya mencapai 16.500  ha yang tersebar di wilayah pantai, baru dimanfaatkan seluas 54 ha.
Keunggulan komperatif yang dimiliki sektor Kelautan dan Perikanan adalah letak Geografis pesisir dan pulau-pulau kecil yang sangat strategis sebagai kawasan industri perikanan skala nasional maupun internasional.
 Tabel 2.1 Data Potensi Wilayah Kelautan Kabupaten Bangka Selatan
No.
Keadaan Geografis
Keterangan
1.
Luas Laut
210.440 Km2
2.
Luas Wilayah Pesisir
22.100 Km2
3.
Panjang Garis Pantai
2.283,4 Km
4.
Jumlah Pulau Kecil
28 Buah
Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2006
Komoditas unggulan hasil perikanan terdiri dari :
1.         Bidang Usaha Perikanan Tangkap meliputi :
a.    Hasil penangkapan ikan laut.
b.    Penangkapan ikan dipesisir pantai pulau-pulau kecil dan perairan umum (sungai dan kolong).
2.         Bidang Usaha Perikanan Budidaya meliputi :
a.    Usaha budidaya tambak udang.
b.    Tambak udang.
c.    Budidaya laut.
d.   Budidaya kolam ikan air tawar. 
2.2.2        Sektor Pertanian dan Perkebunan.
Sektor Pertanian dan Perkebunan merupakan salah satu sektor yang mendominasi di Kabupaten Bangka Selatan. Sektor Pertanian memiliki potensi untuk dikembangkan secara profesional guna mendatangkan keuntungan dan devisa bagi pemerintah daerah. Upaya pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melaksanakan pembangunan perekonomian rakyat pada sektor pertanian bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani dan pemerataan pembangunan pedesaan, yaitu menerapkan program intensifikasi, ekstensifikasi, defersifikasi dan rehabilitasi.
Luas areal dan produksi perkebunan rakyat unggulan Kabupaten Bangka Selatan dapat dilihat pada uraian tabel berikut : 
Tabel 2.2 Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat Unggulan
No.
Komoditi
Luas Areal (Ha)
Jumlah Produksi (Ton/Thn)
Produksi Rata-rata (Kg/Ha/Thn)
Jumlah Pemilik (KK)
TBM
TM
TT/TR
Jumlah
1.
Lada
1.723
5.583
5.462
4.509,92
4.509,92
807,22
7.266
2.
Karet
1.530
1.935
242
3.707
1.719.54
888,65
3.811
3.
Kelapa
168
445
117
730
267,00
600.00
768
4.
Kelapa sawit
521
353
0
874
1.574,00
4.450,42
230

Jumlah

8.067,46
6.746,29
12.075
Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2006
 Hasil produksi Pertanian Kabupaten Bangka Selatan memilki potensi pertanian tanaman pangan yang meliputi tanaman bahan makanan, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Tanaman bahan makanan terdiri dari dua janis padi-padian, jagung, umbi-umbian, dan kacang-kacangan.
2.2.3        Sektor Pertambangan dan Energi.
Sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Bangka Selatan khususnya untuk pertambangan sangat potensial untuk dikembangkan serta relatif tersebar pada seluruh Kabupaten Bangka Selatan. Potensi yang dimiliki adalah berupa timah, monosit/xenotime, besi, titan, kristal kwarsa, pasir kwarsa, kaolin, pasir bangunan, tanah liat, dan granit. Potensi ini terutama timah merupakan sumber daya devisa unggulan bagi pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan perlu dilakukan penataan dan pengembangan secara khusus mengingat sifatnya yang tidak dapat diperbaharui lagi dan dampaknya yang negatif terhadap lingkungan.
Tanah di Kabupaten Bangka Selatan memilki Ph rata-rata dibawah 5, di dalamnya mengandung mineral bijih timah dan bahan galian lainnya seperti pasir kuarsa, kaolin, batu gunung, dan lain-lain. Bahan galian yang paling banyak dieksploitasi selama ini dan telah banyak diusahakan secara besar-besaran adalah timah, yang pengelolaannya selain oleh pemerintah jugs dilakukan oleh penduduk setempat dan perusahaan swasta dengan jumlah terbatas.
Tabel 2.3 Potensi Bahan Galian
Jenis Bahan Galian
Luas Sebaran (Ha)
Jumlah Cadangan (x1.000M3)
Lokasi (Kecamatan)
Granit
66.312,50
13.262.500
Toboali, air Gegas, Payung, Simpang Rimba, Lepar Pongok
Pasir Kwarsa
4.143,68
200.000
Toboali, Lepar Pongok, Simpang Rimba
Kaolin
4,42
154
Toboali
Bijih Timah *)
275.288,05
11.011.522
Seluruh Kecamatan
Bijih Besi
<1 o:p="">
58
Payung
Zirkon
-
-
Seluruh Kecamatan (Berasosiasi dengan timah)
Monasit
-
182,9 Ton
Toboali (Gunung Muntai)
Tanah Liat **)
200
6.000
Toboali (Parit 3)
Tanah Urug
-
100.000
Seluruh Kecamatan

Sumber : Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2006
Keterangan : *) Sampai kedalaman 6M
                  **) Sampai kedalaman3M
2.2.4        Sektor Industri.
Keberadaan Kabupaten Bangka Selatan berada dijalur perdagangan laut Jakarta kearah Selat Malaka dapat menjadi potensi penunjang sebagai salah satu kawasan industri terpenting. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bahkan telah mengalokasikan areal disekitar Pelabuhan Sadai untuk pembangunan kawasan industri tersebut. Hingga saat ini kegiatan industri dan perdagangan di  Kabupaten Bangka Selatan masih di dominasi oleh Industri Kecil Menengah dan Usaha Kecil Menengah yang memilki peran besar bagi pembangunan perekonomian rakyat dalam penyerapan tenaga kerja.
Tabel 2.4 Potensi Industri Kecil Menengah Yang Dapat Dikembangkan
Kecamatan
Jenis Industri
Toboali
-     Industri Pembuatan Kapal Kayu
-     Industri Pengolahan Kayu
-     Industri Pengolahan Karet
-     Industri Pengolahan Ikan
-     Industri Makanan Ringan
-     Industri Batu Bata dan Genteng
-     Industri Konveksi dan Bordir
-     Industri Pengolahan Kelapa
-     Industri Anyaman
-     Industri Batako
Air Gegas
-     Industri Anyaman
-     Industri Batako
-     Industri Makanan Ringan
-     Pengolahan Kayu
-     Pengolahan Lada
Payung
-     Industri Anyaman
-     Industri Batako
-     Industri Makanan Ringan
-     Industri Pengolahan Karet
-     Industri Konveksi
-     Industri Pengolahan Lada
-     Industri Gula Merah
Simpang Rimba
-     Industri Pembuatan Kapal Kayu
-     Industri Anyaman
-     Industri Konveksi dan Bordir
-     Industri Pengolahan Kelapa
-     Industri Batako
-     Industri Pengolahajn Ikan
Lepar Pongok
-     Industri Pembuatan Kapal Kayu
-     Industri Konveksi
-     Industri Anyaman
-     Industri Pengolahan Kayu
-     Industri Gula Merah
-     Industri Pengolahan Ikan
-     Industri Pengolahan Kelapa
Pulau Besar
-     Industri Bata Merah
-     Industri Konveksi
-     Industri Makanan Ringan
-     Industri Pengolahan Kayu
-     Industri Pengolahan Kelapa
Tukak Sadai
-     Industri Kawat Solder
-     Industri Pengolahan Kayu
-     Industri Makanan Ringan
-     Industri Pengolahan Ikan
Sumber : Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Bangka Selatan tahun 2011
2.2.5        Sektor Pariwisata, Seni dan Budaya
Bagian selatan Pulau Bangka memiliki hamparan pulau yang cukup panjang dan memiliki beberapa pulau kecil. Pulau Lepar dan Pulau Pongok dapat dijadikan penyangga pengembangan dan pemberdayaan pulau-pulau kecil disekitarnya sebagai obyek wisata kelautan yang potensial. Kabupaten Bangka Selatan memiliki 27 Pulau kecil yang telah bernama dan 4 pulau kevil yang belum memiliki nama. Terdapat beberapa pulau yang karakteristik pengembangannya sangat cocok untuk wisata memancing, seperti Pulau Punai, Pulau Celangan, dan sekitar Pulau Kecil. Karena perairan ini memiliki ikan bernilai ekonomis tinggi seperti kembung, layur, tenggiri, dawal, dan pari. Selain wisata bahari dan pantai, jenis wisata yang juga potensial untuk dikembangkan adalah wisata tirta, wisata agro, dan wisata sejarah.
Tabel 2.5 Potensial Objek Wisata
Jenis Wisata
Objek Wisata
Lokasi
Wista Bahari
-       Pantai Tanjung Kerasak
-       Pantai Tanjung Labu
-       Terumbu karang Kepulauan Lepar Pongok
-       Pantai Batu Perahu
-       Pantai Gunung namak
-       Pantai Tanjung Bugis

-       Pantai Batu Betumpang
-       Pantai Payak Ubi
-       Pantai Batu Ampar
-       Pantai Tanjung Libur
-       Pantai Sebagian
-    Desa Pasir Putih Kec. Toboali
-    Desa Tanjung Labu Kec. Lepar Pongok
-    Desa Celagen Kec. Lepar Pongok

-    Kelurahan Tanjung Ketapang
-    Kecamatan Toboali
-    Desa Tanjung Sangkar Kec. Lepar Pongok
-    Desa Batu Betumpang Kec.Payung
-    Kecamatan Toboali
-    Kecamatan Toboali
-    Kecamatan Toboali
-    Kecamatan Simpang Rimba
Wisata Tirta
-       Pemandian Air Panas Nyelanding
-    Desa Nyelanding Kec. Air Gegas
Wisata Agro
-       Perkebunan Lada
-       Perkebunan Salak Pondoh
-       Perkebunan Nanas
-       Perkebunan Jeruk
-    Tersebar
-    Desa Suka Jaya Permai Kec. Payumg
-    Desa Bikang Kec. Toboali
-    Desa Limus Kec. Toboali
Wisata Sejarah
-       Benteng Toboali
-       Benteng Penutuk
-       Makam Keramat Kelambui
-       Kelenteng Dewi Sinwu
-    Kelurahan Tj. Ketapang Kec. Toboali
-    Desa Penutuk Kec. Lepar Pongok
-    Desa Kelambui Kec. Toboali
-    Kota Toboali
Wisata Alam
-       Air Terjun Gunung Pading
-       Bukit Munthai
-    Desa Mayang Kec. Air Gegas
-    Desa Gadung Kec. Toboali
Wisata Atraksi
-       Ritual Selamatan Laut (Buang Jung)
-       Sikok Selawang (Nganggung)
-    Desa Kumbung Kec. Lepar Pongok

-    Desa Bedengung Kec. Payung
­Sumber : Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten bangka Selatan Tahun 2006

0 comments: