Kabupaten Bangka
Selatan memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah sehingga perlu adanya
pembelajaran serta pengenalan investasi terhadap masyarakat Kabupaten Bangka
Selatan.
Adapun beberapa peluang yang dapat dikembangkan yaitu bisa dilihat
dari beberapa sektor yang ada seperti Sektor Kelautan dan Perikanan, Sektor
Pertanian, Sektor Pertambangan dan Energi, Sektor Industri, Perdagangan, dan
Koperasi, serta Sektor Pariwisata, Seni dan Budaya.
2.2.1
Sektor
Kelautan dan Perikanan.
Potensi Sumber Daya Kelautan dan
Perikanan Wilayah Kabupaten Bangka Selatan diperkirakan sebesar 64.000
ton/tahun untuk dimanfaatkan secara lestari dan berkelanjutan dengan nilai
ekonomi diproyeksikan mendekati Rp 512 Milyar/tahun, sedangkan potensi
areal/lahan budidaya mencapai 16.500 ha
yang tersebar di wilayah pantai, baru dimanfaatkan seluas 54 ha.
Keunggulan komperatif yang dimiliki
sektor Kelautan dan Perikanan adalah letak Geografis pesisir dan pulau-pulau
kecil yang sangat strategis sebagai kawasan industri perikanan skala nasional
maupun internasional.
Tabel 2.1 Data Potensi
Wilayah Kelautan Kabupaten Bangka Selatan
No.
|
Keadaan
Geografis
|
Keterangan
|
1.
|
Luas Laut
|
210.440
Km2
|
2.
|
Luas Wilayah Pesisir
|
22.100
Km2
|
3.
|
Panjang Garis Pantai
|
2.283,4
Km
|
4.
|
Jumlah Pulau Kecil
|
28
Buah
|
Sumber : Dinas Kelautan
dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2006
Komoditas unggulan hasil perikanan
terdiri dari :
1.
Bidang Usaha Perikanan Tangkap meliputi
:
a. Hasil
penangkapan ikan laut.
b. Penangkapan
ikan dipesisir pantai pulau-pulau kecil dan perairan umum (sungai dan kolong).
2.
Bidang Usaha Perikanan Budidaya meliputi
:
a. Usaha
budidaya tambak udang.
b. Tambak
udang.
c. Budidaya
laut.
d. Budidaya
kolam ikan air tawar.
2.2.2
Sektor
Pertanian dan Perkebunan.
Sektor Pertanian dan Perkebunan
merupakan salah satu sektor yang mendominasi di Kabupaten Bangka Selatan.
Sektor Pertanian memiliki potensi untuk dikembangkan secara profesional guna
mendatangkan keuntungan dan devisa bagi pemerintah daerah. Upaya pemerintah
Kabupaten Bangka Selatan melaksanakan pembangunan perekonomian rakyat pada
sektor pertanian bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani dan pemerataan
pembangunan pedesaan, yaitu menerapkan program intensifikasi, ekstensifikasi,
defersifikasi dan rehabilitasi.
Luas areal dan produksi perkebunan
rakyat unggulan Kabupaten Bangka Selatan dapat dilihat pada uraian tabel
berikut :
Tabel 2.2 Luas Areal
dan Produksi Perkebunan Rakyat Unggulan
No.
|
Komoditi
|
Luas
Areal (Ha)
|
Jumlah
Produksi (Ton/Thn)
|
Produksi
Rata-rata (Kg/Ha/Thn)
|
Jumlah
Pemilik (KK)
|
|||
TBM
|
TM
|
TT/TR
|
Jumlah
|
|||||
1.
|
Lada
|
1.723
|
5.583
|
5.462
|
4.509,92
|
4.509,92
|
807,22
|
7.266
|
2.
|
Karet
|
1.530
|
1.935
|
242
|
3.707
|
1.719.54
|
888,65
|
3.811
|
3.
|
Kelapa
|
168
|
445
|
117
|
730
|
267,00
|
600.00
|
768
|
4.
|
Kelapa sawit
|
521
|
353
|
0
|
874
|
1.574,00
|
4.450,42
|
230
|
Jumlah
|
8.067,46
|
6.746,29
|
12.075
|
|||||
Sumber : Dinas
Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2006
Hasil produksi Pertanian Kabupaten
Bangka Selatan memilki potensi pertanian tanaman pangan yang meliputi tanaman
bahan makanan, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Tanaman bahan makanan terdiri
dari dua janis padi-padian, jagung, umbi-umbian, dan kacang-kacangan.
2.2.3
Sektor
Pertambangan dan Energi.
Sumber daya alam yang dimiliki
Kabupaten Bangka Selatan khususnya untuk pertambangan sangat potensial untuk
dikembangkan serta relatif tersebar pada seluruh Kabupaten Bangka Selatan.
Potensi yang dimiliki adalah berupa timah, monosit/xenotime, besi, titan,
kristal kwarsa, pasir kwarsa, kaolin, pasir bangunan, tanah liat, dan granit.
Potensi ini terutama timah merupakan sumber daya devisa unggulan bagi
pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan perlu dilakukan penataan dan
pengembangan secara khusus mengingat sifatnya yang tidak dapat diperbaharui
lagi dan dampaknya yang negatif terhadap lingkungan.
Tanah di Kabupaten Bangka Selatan
memilki Ph rata-rata dibawah 5, di dalamnya mengandung mineral bijih timah dan
bahan galian lainnya seperti pasir kuarsa, kaolin, batu gunung, dan lain-lain.
Bahan galian yang paling banyak dieksploitasi selama ini dan telah banyak
diusahakan secara besar-besaran adalah timah, yang pengelolaannya selain oleh
pemerintah jugs dilakukan oleh penduduk setempat dan perusahaan swasta dengan
jumlah terbatas.
Tabel 2.3 Potensi Bahan
Galian
|
Jenis
Bahan Galian
|
Luas
Sebaran (Ha)
|
Jumlah
Cadangan (x1.000M3)
|
Lokasi
(Kecamatan)
|
|
Granit
|
66.312,50
|
13.262.500
|
Toboali, air Gegas, Payung, Simpang
Rimba, Lepar Pongok
|
|
Pasir Kwarsa
|
4.143,68
|
200.000
|
Toboali, Lepar Pongok, Simpang Rimba
|
|
Kaolin
|
4,42
|
154
|
Toboali
|
|
Bijih Timah *)
|
275.288,05
|
11.011.522
|
Seluruh Kecamatan
|
|
Bijih Besi
|
<1 o:p="">1>
|
58
Payung
Zirkon
-
-
Seluruh Kecamatan (Berasosiasi dengan
timah)
Monasit
-
182,9
Ton
Toboali (Gunung Muntai)
Tanah Liat **)
200
6.000
Toboali (Parit 3)
Tanah Urug
-
100.000
Seluruh Kecamatan
Sumber : Dinas
Pertambangan dan Energi Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2006
Keterangan : *) Sampai kedalaman 6M
**) Sampai kedalaman3M
2.2.4
Sektor
Industri.
Keberadaan Kabupaten Bangka Selatan
berada dijalur perdagangan laut Jakarta kearah Selat Malaka dapat menjadi
potensi penunjang sebagai salah satu kawasan industri terpenting. Pemerintah
Kabupaten Bangka Selatan bahkan telah mengalokasikan areal disekitar Pelabuhan
Sadai untuk pembangunan kawasan industri tersebut. Hingga saat ini kegiatan
industri dan perdagangan di Kabupaten
Bangka Selatan masih di dominasi oleh Industri Kecil Menengah dan Usaha Kecil
Menengah yang memilki peran besar bagi pembangunan perekonomian rakyat dalam
penyerapan tenaga kerja.
Tabel 2.4 Potensi
Industri Kecil Menengah Yang Dapat Dikembangkan
Kecamatan
|
Jenis
Industri
|
Toboali
|
- Industri
Pembuatan Kapal Kayu
- Industri
Pengolahan Kayu
- Industri
Pengolahan Karet
- Industri
Pengolahan Ikan
- Industri
Makanan Ringan
- Industri
Batu Bata dan Genteng
- Industri
Konveksi dan Bordir
- Industri
Pengolahan Kelapa
- Industri
Anyaman
- Industri
Batako
|
Air Gegas
|
- Industri
Anyaman
- Industri
Batako
- Industri
Makanan Ringan
- Pengolahan
Kayu
- Pengolahan
Lada
|
Payung
|
- Industri
Anyaman
- Industri
Batako
- Industri
Makanan Ringan
- Industri
Pengolahan Karet
- Industri
Konveksi
- Industri
Pengolahan Lada
- Industri
Gula Merah
|
Simpang Rimba
|
- Industri
Pembuatan Kapal Kayu
- Industri
Anyaman
- Industri
Konveksi dan Bordir
- Industri
Pengolahan Kelapa
- Industri
Batako
- Industri
Pengolahajn Ikan
|
Lepar Pongok
|
- Industri
Pembuatan Kapal Kayu
- Industri
Konveksi
- Industri
Anyaman
- Industri
Pengolahan Kayu
- Industri
Gula Merah
- Industri
Pengolahan Ikan
- Industri
Pengolahan Kelapa
|
Pulau Besar
|
- Industri
Bata Merah
- Industri
Konveksi
- Industri
Makanan Ringan
- Industri
Pengolahan Kayu
- Industri
Pengolahan Kelapa
|
Tukak Sadai
|
- Industri
Kawat Solder
- Industri
Pengolahan Kayu
- Industri
Makanan Ringan
- Industri
Pengolahan Ikan
|
Sumber
: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten
Bangka Selatan tahun 2011
2.2.5
Sektor
Pariwisata, Seni dan Budaya
Bagian selatan Pulau Bangka
memiliki hamparan pulau yang cukup panjang dan memiliki beberapa pulau kecil.
Pulau Lepar dan Pulau Pongok dapat dijadikan penyangga pengembangan dan
pemberdayaan pulau-pulau kecil disekitarnya sebagai obyek wisata kelautan yang
potensial. Kabupaten Bangka Selatan memiliki 27 Pulau kecil yang telah bernama
dan 4 pulau kevil yang belum memiliki nama. Terdapat beberapa pulau yang
karakteristik pengembangannya sangat cocok untuk wisata memancing, seperti
Pulau Punai, Pulau Celangan, dan sekitar Pulau Kecil. Karena perairan ini
memiliki ikan bernilai ekonomis tinggi seperti kembung, layur, tenggiri, dawal,
dan pari. Selain wisata bahari dan pantai, jenis wisata yang juga potensial
untuk dikembangkan adalah wisata tirta, wisata agro, dan wisata sejarah.
Tabel 2.5 Potensial
Objek Wisata
Jenis Wisata
|
Objek Wisata
|
Lokasi
|
Wista
Bahari
|
-
Pantai
Tanjung Kerasak
-
Pantai
Tanjung Labu
-
Terumbu
karang Kepulauan Lepar Pongok
-
Pantai
Batu Perahu
-
Pantai
Gunung namak
-
Pantai
Tanjung Bugis
-
Pantai
Batu Betumpang
-
Pantai
Payak Ubi
-
Pantai
Batu Ampar
-
Pantai
Tanjung Libur
-
Pantai
Sebagian
|
-
Desa
Pasir Putih Kec. Toboali
-
Desa
Tanjung Labu Kec. Lepar Pongok
-
Desa
Celagen Kec. Lepar Pongok
-
Kelurahan
Tanjung Ketapang
-
Kecamatan
Toboali
-
Desa
Tanjung Sangkar Kec. Lepar Pongok
-
Desa
Batu Betumpang Kec.Payung
-
Kecamatan
Toboali
-
Kecamatan
Toboali
-
Kecamatan
Toboali
-
Kecamatan
Simpang Rimba
|
Wisata
Tirta
|
-
Pemandian
Air Panas Nyelanding
|
-
Desa
Nyelanding Kec. Air Gegas
|
Wisata
Agro
|
-
Perkebunan
Lada
-
Perkebunan
Salak Pondoh
-
Perkebunan
Nanas
-
Perkebunan
Jeruk
|
-
Tersebar
-
Desa
Suka Jaya Permai Kec. Payumg
-
Desa
Bikang Kec. Toboali
-
Desa
Limus Kec. Toboali
|
Wisata
Sejarah
|
-
Benteng
Toboali
-
Benteng
Penutuk
-
Makam
Keramat Kelambui
-
Kelenteng
Dewi Sinwu
|
-
Kelurahan
Tj. Ketapang Kec. Toboali
-
Desa
Penutuk Kec. Lepar Pongok
-
Desa
Kelambui Kec. Toboali
-
Kota
Toboali
|
Wisata
Alam
|
-
Air
Terjun Gunung Pading
-
Bukit
Munthai
|
-
Desa
Mayang Kec. Air Gegas
-
Desa
Gadung Kec. Toboali
|
Wisata
Atraksi
|
-
Ritual
Selamatan Laut (Buang Jung)
-
Sikok
Selawang (Nganggung)
|
-
Desa
Kumbung Kec. Lepar Pongok
-
Desa
Bedengung Kec. Payung
|








0 comments:
Post a Comment